100 Hari Pertama Presiden Biden menjabat: Tinjauan Komprehensif


Presiden Joe Biden kini telah menjabat selama 100 hari, dan inilah saatnya untuk melihat secara komprehensif pencapaian, tantangan, dan kinerjanya secara keseluruhan selama periode penting ini.

Setelah menjabat pada 20 Januari 2021, Presiden Biden mewarisi negara yang menghadapi berbagai krisis, termasuk pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, kemerosotan ekonomi, ketidakadilan rasial, dan perpecahan politik. Dalam pidato pelantikannya, ia berjanji akan menghadirkan persatuan, penyembuhan, dan tindakan tegas untuk mengatasi masalah-masalah mendesak ini.

Salah satu tindakan pertama Presiden Biden adalah menandatangani serangkaian perintah eksekutif yang bertujuan untuk membalikkan banyak kebijakan pendahulunya, Donald Trump. Perintah tersebut termasuk bergabung kembali dengan Perjanjian Iklim Paris, menghentikan pembangunan tembok perbatasan, dan mengakhiri larangan perjalanan di beberapa negara mayoritas Muslim.

Presiden Biden juga tidak membuang waktu dalam mengatasi pandemi COVID-19, yang telah merenggut nyawa lebih dari 500,000 orang Amerika. Dia memperkenalkan rencana komprehensif untuk meningkatkan upaya vaksinasi, meningkatkan kapasitas pengujian, dan memberikan bantuan ekonomi kepada warga Amerika yang mengalami kesulitan. Pemerintahan Presiden menetapkan target pemberian 100 juta dosis vaksin dalam 100 hari pertama, sebuah target yang dicapai lebih cepat dari jadwal.

Dalam hal kebijakan ekonomi, Presiden Biden menandatangani paket bantuan COVID-19 senilai $1,9 triliun yang dikenal sebagai Rencana Penyelamatan Amerika. Undang-undang ini mencakup pembayaran langsung kepada orang Amerika, perpanjangan tunjangan pengangguran, pendanaan untuk distribusi vaksin, dan bantuan untuk usaha kecil. Rencana tersebut dipuji secara luas oleh Partai Demokrat sebagai bantuan penting bagi jutaan rakyat Amerika yang sedang berjuang, namun dikritik oleh Partai Republik karena terlalu mahal dan mengandung ketentuan yang tidak diperlukan.

Di bidang kebijakan luar negeri, Presiden Biden telah mengambil langkah-langkah untuk membangun kembali hubungan dengan sekutu dan menegaskan kembali kepemimpinan Amerika di panggung global. Dia mengumumkan rencana untuk menarik seluruh pasukan AS dari Afghanistan pada 11 September 2021, dan telah terlibat dalam upaya diplomatik untuk mengatasi masalah-masalah mendesak seperti perubahan iklim, proliferasi nuklir, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Terlepas dari pencapaian ini, Presiden Biden menghadapi tantangan besar selama 100 hari pertamanya menjabat. Pemerintahannya telah dikritik karena penanganannya terhadap lonjakan migran di perbatasan selatan, dan beberapa pihak menuduh Presiden terlalu lunak terhadap kebijakan imigrasi. Selain itu, upaya untuk meloloskan reformasi imigrasi yang komprehensif telah terhenti di Kongres, hal ini menyoroti perpecahan politik yang mendalam yang terus melanda negara ini.

Kesimpulannya, 100 hari pertama Presiden Biden menjabat ditandai dengan serangkaian tindakan eksekutif, kemenangan legislatif, dan inisiatif diplomatik. Meskipun beliau telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa ini, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Menjelang sisa masa jabatannya, Presiden Biden perlu terus memprioritaskan persatuan, penyembuhan, dan tindakan tegas untuk memenuhi janjinya untuk membangun kembali negara yang lebih baik bagi seluruh warga Amerika.