Sejak menjabat pada Januari 2021, Presiden Joe Biden telah menjadikan reformasi layanan kesehatan sebagai prioritas utama pemerintahannya. Ketika pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung menyoroti kelemahan dan kesenjangan dalam sistem layanan kesehatan AS, Biden berjanji untuk menerapkan Undang-Undang Perawatan Terjangkau (ACA) dan memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh warga Amerika.
Salah satu komponen utama agenda reformasi layanan kesehatan Biden adalah memperkuat dan memperluas ACA, yang juga dikenal sebagai Obamacare. Biden telah mengusulkan beberapa langkah untuk mencapai hal ini, termasuk meningkatkan subsidi federal untuk membuat cakupan layanan kesehatan lebih terjangkau bagi masyarakat Amerika yang berpendapatan rendah dan menengah, memperluas Medicaid di negara-negara bagian yang belum melakukan hal tersebut, dan menciptakan opsi publik untuk cakupan layanan kesehatan agar dapat bersaing dengan perusahaan asuransi swasta.
Fokus utama lainnya dari upaya reformasi layanan kesehatan Biden adalah menurunkan harga obat resep. Biden telah menyerukan agar Medicare diizinkan menegosiasikan harga obat dengan perusahaan farmasi, yang menurutnya akan membantu menurunkan biaya bagi pemerintah dan konsumen. Dia juga mengusulkan pembatasan biaya obat bagi penerima manfaat Medicare dan memperluas akses terhadap obat generik untuk meningkatkan persaingan dan menurunkan harga.
Selain memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan menurunkan biaya, Biden juga menekankan pentingnya mengatasi kesenjangan layanan kesehatan dan meningkatkan hasil kesehatan bagi komunitas yang terpinggirkan. Dia telah mengusulkan investasi di pusat kesehatan masyarakat, meningkatkan pendanaan untuk kesehatan mental dan pengobatan penyalahgunaan zat, dan memperluas akses terhadap layanan telehealth untuk menjangkau populasi yang kurang terlayani.
Meskipun agenda reformasi layanan kesehatan Biden mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan pendukung layanan kesehatan, agenda tersebut juga mendapat kritik dan tentangan dari Partai Republik dan pemangku kepentingan industri. Kritikus berpendapat bahwa usulan Biden akan menyebabkan pajak yang lebih tinggi, peningkatan intervensi pemerintah dalam layanan kesehatan, dan berkurangnya pilihan bagi konsumen.
Ketika Biden terus mendorong reformasi layanan kesehatan, masih harus dilihat seberapa sukses dia dalam mencapai tujuannya. Dengan Kongres yang terpecah belah dan polarisasi politik yang sedang berlangsung, mengesahkan undang-undang kesehatan yang penting kemungkinan akan menjadi tugas yang menantang. Namun, komitmen Biden untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh warga Amerika merupakan langkah maju yang positif dalam mengatasi masalah yang sudah berlangsung lama dalam sistem layanan kesehatan AS. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah pendekatannya akan membawa perubahan yang berarti dan bertahan lama.
